Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Virus ini ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi virus dengue. Penyakit ini umumnya ditemukan di daerah tropis dan subtropis, termasuk di banyak negara Asia Tenggara termasuk negara Indonesia
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) memiliki hubungan yang erat dengan musim penghujan, karena hujan menyebabkan peningkatan jumlah tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, yang merupakan vektor penyebar virus penyebab DBD.
Gejala Penyakit DBD
Gejala utama dari DBD biasanya muncul 4-10 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi dan meliputi:
- Demam tinggi mendadak yang berlangsung selama 2-7 hari.
- Sakit kepala yang hebat, terutama di bagian depan kepala.
- Nyeri pada sendi dan otot, sehingga sering disebut sebagai "breakbone fever".
- Ruam kulit yang bisa muncul beberapa hari setelah demam.
- Mual dan muntah, serta rasa lelah atau lemah.
- Pendarahan, seperti mimisan atau gusi berdarah, yang bisa terjadi pada kasus yang lebih parah.
Komplikasi
Pada kasus yang lebih parah, DBD bisa berkembang menjadi Demam Berdarah Dengue Berat (Dengue Hemorrhagic Fever) atau Shock Dengue (Dengue Shock Syndrome). Komplikasi ini bisa menyebabkan perdarahan internal, penurunan tekanan darah yang drastis (shock), dan kerusakan organ, yang jika tidak ditangani dengan baik, bisa berakibat fatal.
Penularan
Penyakit ini tidak menular langsung dari manusia ke manusia. Penularan terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang sebelumnya menggigit orang yang terinfeksi virus dengue. Setelah menggigit orang yang terinfeksi, nyamuk tersebut akan membawa virus dan bisa menularkannya ke orang lain saat menggigit.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa musim penghujan berperan dalam peningkatan kasus DBD:
-
Peningkatan Tempat Perindukan Nyamuk: Musim penghujan meningkatkan jumlah genangan air di berbagai tempat, seperti di bak mandi, kaleng bekas, wadah tertutup, atau bahkan penampungan air hujan yang tidak tertutup rapat. Genangan air ini menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk bertelur dan berkembang biak.
-
Siklus Hidup Nyamuk yang Cepat: Selama musim penghujan, kondisi yang lembap dan hangat mendukung perkembangan cepat larva nyamuk. Dalam waktu sekitar 7 hingga 10 hari, telur nyamuk bisa berkembang menjadi nyamuk dewasa yang siap menggigit dan menularkan virus dengue.
-
Populasi Nyamuk yang Meningkat: Karena genangan air lebih banyak terbentuk selama musim penghujan, populasi nyamuk Aedes aegypti cenderung meningkat. Peningkatan jumlah nyamuk ini meningkatkan kemungkinan penyebaran virus dengue, terutama jika nyamuk tersebut terinfeksi.
-
Faktor Lingkungan: Selain hujan, cuaca panas setelah hujan juga menciptakan kondisi yang ideal bagi nyamuk Aedes aegypti. Musim penghujan juga sering kali diikuti oleh suhu yang hangat, yang mempercepat siklus hidup nyamuk dan meningkatkan aktivitas mereka.
Pencegahan
Upaya pencegahan DBD sangat bergantung pada pengendalian populasi nyamuk dan mengurangi tempat berkembang biak mereka, seperti:a. Menyingkirkan tempat-tempat penampungan air yang dapat menjadi sarang bagi nyamuk.
b. Menggunakan obat nyamuk, lotion anti-nyamuk, dan kelambu tidur
c. Memakai pakaian panjang untuk menghindari gigitan nyamuk.